Keladi Tikus dan Macam-Macam Kanker

Kanker memang merupakan penyakit yang sangat mematikan, entah berapa banyak jiwa yang meninggal karena penyakit kanker. Kanker merupakan suatu acaman dari penyakit yang banyak merenggut nyawa manusia. Namun kini ada solusi yang dapat ditempuh dalam mengatasi dan mengobati kanker dengan menggunakan herbal keladi tikus tanpa mengakibatkan efek samping negatif seperti pengobatan penyakit kanker yang pada umumnya menempuh cara dengan kemoterapi dan radioterapi.

Kemoterapi dan radioterapi memang menjadi satu pilihan yang dianggap mampu membantu meringankan penyakit kanker yang diderita, kemoterapi hanya bertujuan untuk mengecilkan sel kanker yang bersarang di tubuh sama halnya dengan radioterapi, namun efek yang ditimbulkan dari pengobatan kemoterapi dan radioterapi pasien penderita kanker akan mengalami suatu reaksi yang cukup menyakitkan yakni kerontokan rambut, penurunan berat badan yang dratis, penurunan nafsu makan.

Kini keladi tikus sudah dikenal dimancanegara dan telah banyak menolong nyawa manusia dari keganasan penyakit kanker. Lembaga perawatan kanker yang didirikan pada tahun 1995 itu kni telah banyak membantu banyak ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia baru, Singapura dan berbagai negara belahan di dunia.

Berikut ini beberapa macam atau jenis kanker yang ada yang dapat diobati dengan menggunakan Keladi Tikus, berserta gejala dari kanker itu sendiri, diantaranya :

a. Kanker darah (Leukimia)

Kanker darah disebut pula dengan leukimia. Leukimia adalah kanker yang bermula pada sel-sel darah tersebut.

Sel-sel darah terbentuk di sum-sum tulang. Sum-sum tulang adalah material yang lunak di pusat tulang-tulang. Leukimia adalah salah satu penyakit yang kronis atau memburuk secra perlahan dan penyakit yang akut atau memburuk secara cepat. Berdasarkan seberapa cepat penyakit ini berkembang dan memburuk, tipe-tipe leukimia terbagi menjadi :

1. Leukimia kronis

Umumnya seseorang yang mengalami penyakit leukimia kronis mungkin tidak mempunyai gejala-gejala apapun. Secara perlahan, leukimia kronis kian memburuk. Ketika jumlah sel-sel leukimia di dalam darah semakin meningkat, maka muncullah gejala-gejala leukimia.

2. Leukimia akut

Pada leukimia akut, sl-sel darah yang tidak normal akan mengalami peningkatan pada jumlah sel-sel darah yang semakin cepat. Leukimia akut pun memburuk secara cepat.

Gejala dari leukimia

Gejala – gejala penderita leukimia tergantung pada jumlah sel tidak normal dan tempat sel-sel tersebut berkumpul. Adapun gejala-gejala umum dari leukimia adalah :

1. Demam atau berkeringat di waktu malam
2. Infeksi yang sering terjadi berkali-kali
3. Lemah atau lelah
4. Sakit kepala
5. Perdarahan dan mudah memar, misalnya gusi berdarah, tanda-tanda keungu-unguan pada kulit, atau titik-titik merah yang kecil di bawah kulit.
6. Nyeri pada tulang atau persendian
7. Pembengakakan atau rasa tidak nyaman pada perut sebagai akibat dari pembesaran limpa
8. Pembengkakan nodus-nodus getah bening, terutama pada leher atau ketiak.
9. Kehilangan berat badan

b. Kanker hati

Kanker hati adalah suatu kanker yang timbul dari hati. Kanker hati juga dikenal sebagai kanker hati primer atau hepatoma.

Sel – sel hati membentuk hingga 80 % dari jaringan hati. Tak heran jika mayoritas dari kanker-kanker hati primer muncul dari sel-sel hati dan disebut dengan istilah kanker hepatoseluler atau karsinoma.

Karakteristik Kanker Hati

Berdasarkan data klinis para penderita, maka kategori kanker hati mencakup :

1. Karekteristik-karakteristik populasi (demografis), seperti jei skelamin laki-laki, umur yang lebih tua atau konsumsi alkohol.
2. Gejala-gejala, seperti kehilangan berat badan dan nafsu makan yang berkurang
3. Tanda-tanda gangguan fungsi hati, misalnya keadaan mental yang berubah
4. Tes-tes darah, seperti tes hati yang meningkat (bilirubin atua transmininase), albumin yang berkurang, kenaikan Blood Urea Nitrogen (BUN) atau serum sodium yang rendah.
5. Tingkatan tumor berdasarkan penemuan-penemuan operasi. Misalnya memiliki tumor lebih dari satu tumor dan lebih dari 3 cm.

c. Kanker payudara

Kanker payudara adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel atau jaringan payudara. Kanker ini dapat terjadi tidak hanya pada perempuan, tetapi kaum lelaki pun dapat beresiko terserang penyakit kanker payudara. Kanker payudara termasuk dalam urutan jenis kanker yang dapat menyebabkan kematian setelah kanker paru-paru, kanerk rahim, kanker hati dan kanker usus.

A. Faktor-faktor penyebab kanker payudara

Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling sering menyerang wanita. Namun penyebab kanker payudara belum diketahui secara pasti, namun adanya faktor kemungkinan dari penyebab kanker payudara adalah sebagai berikut:

1. Usia. Kanker payudara meningkat pada usia remaja ke atas.

2. Genetis. Dua jenis gen yang sangat mungkin menjadi resiko kanker payudara adalah BRCA 1 dan BRCA 2, maka kemungkinan memiliki resiko kanker payudara 2 kali lipat dibandingkan perempuan lain yang keluarganya tidak memiliki satu pun penderita kanker payudara.

3. Pemakaian obat-obatan. Misalnya, seorang perempuan yang menggunakan terapi obat hormon pengganti, seperti hormoon eksogen akan beresiko lebih besar mendapat serangan kanker payudara.

4. Faktor-faktror lain. Misalnya tidak menikah, atau menikah tetapi tidak mempunyai anak, melahirkan anak pertama di usia 35 tahun, tidak pernah menyusui anak, stress dan perempuan yang mengalami menstruasi di bawah usia 11 tahun.

d. Kanker leher rahim (serviks)

Leher rahim adalah bagian dari sistem reproduksi perempuan yang terletak di bagian bawah yang sempit dari rahim (uterus atau womb). Kanker leher rahim muncul karena adanya pertumbuhan sel yang tidak normal sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan pada leher rahim atau menghalangi leher rahim.

A. Faktor-faktor penyebab dan resiko kanker serviks. Faktor-fakor ini bisa bekerja sama, bahkan lebih memperparah resiko kanker serviks.

1. Human papilloma virus (HPV)

Infeksi HPV adalah faktor resiko utama pencetus kanker serviks. HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi leher rahim. Virus ini dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak seksual, kebanyakan orang dewasa pernah terinfeksi HPV dalam kehidupannya.

2. Tidak adanya tes pap smear yang teratur

Kanker serviks lebih umum terjadi pada perempuan yang tidak melakukan tes pap smear secara teratur. Tes pap adalah upaya mencari sel-sel sebelum bersifat kanker (precancerous cells). Tes ini perlu dilakukan guna mengingat perawatan terhadap perubahan-perubahan leher rahim untuk mencegah terjadinya kanker serviks stadium akut.

3. Sistem imun yang lemah

Perempuan yang infeksi HIV, virus peeybab penyakit AIDS, juga perempuan yang meminum obat-obat penekan sistem imun memiliki resiko yang lebih tinggi dari rata-rata perkembangan kanker serviks.

4. Usia

Kanker serviks paling sering terjadi pada perempuan yang berumur lebih dari 40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi pula pada usia produktif, yakni pada usia 35-40 tahun.

5. Sejarah seksual

Perempuan yang memiliki banyak pasangan seksual beresiko lebih tinggi untuk menderita kanker serviks. Begitu pula sebaliknya pria yang memiliki pasangan wanita atau sering berganti pasangan memiliki resiko terkena kanker kelamin.

6. Merokok

Perempuan perokok yang terinfeksi HPV mempunyai resiko terinfeksi HPV yang lebih tinggi dibandingkan perempuan bukan perokok yang terinfeksi HPV.

7. Terlalu lama menggunakan alat kontrasepsi

Penggunaan pil KB yang terlalu lama contoh menggunakan alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun atau lebh beresiko menderita kanker serviks.

8. Mempunyai banyak anak

Melahirkan banyak anak dapat meningkatkan resiko kanker serviks diantara perempuan-perempuan yang terinfeksi HPV.

Gejala-gejala kanker serviks

Perubahan-perubahan sebelum bersifat kanker dan kanker-kanker awal dari leher rahim umumnya tidak menyebabkan nyeri atau geala-gejala lain, seperti :
- Terjadi pendarahan pada vagina yang tidak normla yakni perdarahan yang terjadi di antara periode-periode teratur menstruasi.
- Perdarahan setelah hubungan seks, penyemprotan air atau pemeriksaan lapisan dari bagian tubuh di antara pinggul.
- Periode-periode menstruasi yang berlangsung lebih lama dan lebih berat daripada sebelumnya dan perdarahan setelah menopause.
- Keluarnya kotoran vagina yang meningkat
- Nyeri pinggul
- Nyeri ketika berhubungan seks

e. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru adalah kanker yang aling banyak menyebabkan kematian pada kaum pria dan perempuan di seluruh dunia. Sebagian kanker ini diturunkan dari orang tua dan hampir 70 % dari orang-orang yang terdiagnosis dengan kondisi ini berumur di atas 65 tahun yaitu kurang dari 3 % kasus-kasus terjadi pada orang-orang di bawah usia 45 tahun.

Gejala-gejala dari kanker paru-paru sangatlah bervariasi tergantung dari lokasi dan berapa luas tersebarnya tumor. Seseorang dengan kanker paru-paru mungkin mempunyai gejala-gejala berikut :

1. Tidak adanya gejala-gejala, artinya tidak merasakan sama sekali gejala sampai akhirnya dilakukan sinar X dada dan CAT Scan secara rutin.
2. Pertumbuhan kanker dan penyerangan pada jaringan-jaringan paru akan menyebabkan terganggunya pernapasn. Lebih jelasnya seperti gejala batuk, sesak napas, mencuit-cuit, nyeri dada dan batuk darah.
3. Jika kanker telah menyerang saraf-saraf , kemungkinan akan menyebabkan nyeri pundak yang bergerak ke bawah ke bagian luar lengan atau kelumpuhan pita-pita suara yang mengakibatkan suara serak atau parau. Selain itu, adapula penyerangan ke daerah kerongkongan, hal ini mengakibatkan penderita kesulitan menelan.
4. Kanker paru-paru yang telah menyebar ke tulang-tulang akan menyebabkan sejumlah gejala-gejala penyakit saraf yang akan mengakibatkan kaburnya penglihatan, sakit kepala, atau gejala-gejala stroke seperti kelemahan atau mati rasa pada bagian-bagian tubuh.
5. Kanker paru-paru sering di-iringi oleh paraneoplastic syndromes yang berakibat pada produksi unsur-unsur yang menyerupai hormon oleh sel-sel tumor.
6. Adrenocorticotrophic hormone (ACTH) yakni sel-sel kanker yang mengakibatkan pengeluaran hormon kortisol yang berlebihan oleh kelenjar-kelenjar adrenal. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya peningkatan kalsium dalam aliran darah.
7. Terjadinya kehilangan berat badan, kelemahan, dan kelelahan.
8. Gejala-gejala psikologi seperti depresi dan perubahan-perubahan suasana hati.

Selain gejala-gejala diatas, adapula gejala lainnya yang berkaitan dengan kanker paru-paru, seperti :

1. Suatu batuk baru yang kuat atau memburuknya suatu batuk kronis yang telah ada.
2. Batuk yang bercampur darah dalam dahak.
3. Bronchitis yang kuat atau infeksi-infeksi pernapasan yang berulang-ulang serta nyeri dada.
4. Kehilangan berat badan yang tidak dapat dijelaskan dan kelelahan atau kesulitan-kesulitan bernapas seperti sesak napas atau mencuit-cuit (wheezing)

Posted in Keladi Tikus dan Kanker | Tagged , , , | Leave a comment

Kapsul Keladi Tikus

Keladi tikus yang sudah lama dikenal masyarakat sebagai obat ampuh dalam mematikan sel kanker yang berbahaya serta tumor. Kini sudah banyak produsen obat-obat herbal yang menjual obat keladi tikus baik dalam bentuk kapsul maupun serbuk yang diperoleh dari umbi keladi tikus atau daun keladi tikus.

Namun yang banyak dijual adalah dalam bentuk kapsul karena mudah dikonsumsi dan lebih praktis. Selain itu keladi tikus dalam bentuk kapsul tidak akan menyebabkan gatal di tenggorokan. Namun tetap ada beberapa orang yang ingin meracik atau meramu sendiri tanaman herbal keladi tikus. Boleh saja membuat ramuan resep keladi tikus dengan cara sendiri namun hal yang perlu di ingat adalah tetap mengikuti aturan dan cara pengolahan yang baik dalam membuatan racikan herbal keladi tikus.

Tidak sembarangan dalam pembuatan herbal keladi tikus yang menggunakan umbi keladi tikus yang dapat dijadikan kapsul keladi tikus, umbi yang dapat digunakan pada herbal keladi tikus adalah umbi yang yang memiliki panjang minimal 1,5 cm merupakan umbi keladi tikus yang dapat dijadikan kapsul.

 

 

 

 

 

 

Salah satu umbi keladi tikus yang dapat dibuat kapsul

Efektivitasan keladi tikus dalam bentuk kapsul dapat mengobati kanker, dan tumor. Pengobatan dengan keladi tikus pertama kali dilakukan oleh Drs. Pattopai yang merupakan seorang pensiunan dari Departemen Pertanian yang memiliki seorang isteri penderita kanker payudara, kala itu beliau mendapatkan suatu informasi dari buku terbitan Prof Dr.Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD yang juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Dalam buku karangan beliau membahas mengeani tanaman keladi tikus yang ampuh dalam mengatasi dan mengobati kanker, lalu pattopai mengikuti saran dari buku yang ia baca, kemudian pattopai mulai mencari tanaman keladi tikus yang pertama kali ditemukan beliau di daerah Pekalongan, Jawa Tengah. Kemudian pattopai mulai meracik tanaman herbal keladi tikus untuk mengobati sang isteri yang divonis menderita kanker payudara stadium III, selama penggunaan herbal keladi tikus dalam beberapa waktu, kemudian pattopai membawa sang isteri untuk pemeriksaan lebih lanjut mengenai kanker payudara yang diderita, ketika pemeriksaan dokter menyatakan tidak ditemukan sel kanker yang bersarang pada payudara.

Dari sepenggal cerita di atas dinyatakan bahwa keladi tikus memang memiliki keampuhan dalam mengatasi dan mengobati sel kanker tanpa harus merusak dan mengganggu sel-sel normal. Keladi tikus dapat memilih dan membedakan sel-sel tubuh yang normal dengan sel tubuh yang abnormal. Beberapa rumah sakit kini sudah ada yang menggunakan dan memberikan resep keladi tikus pada pasien penderita kanker terutama pada pasien yang menjalani pengobatan kemoterapi atau radioterapi guna mengurangi efek samping dari kemoterapi yang mengakibatkan kerontokan pada rambut, berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan.

Posted in Kapsul Keladi Tikus | Tagged , , , | Leave a comment